Berkutat terus pada sesuatu yang itu-itu saja lama kelamaan akan membuat kita sedikit bosan, maka perlu sesuatu yang baru untuk menghilangkan rasa jenuh itu. Sama seperti blog ini, terus menerus membahasa review atau preview film-film horror membuat saya sedikit bosan jadi tulisan kali ini saya membahas film yang bukan horror.

WALT DISNEY. Siapa sih yang tidak tahu perusahaan film terbesar ini dimana Mickey Mouse dan kawan-kawan ada di bawah naungannya. Ya, Disney memang terkenal dengan animasi 2 Dimensinya dengan lagu-lagu khas yang mengiringi film itu, karakter lucu dan menarik dan tentunya cerita yang bagus. Sekarang keberadaan film animasi 2 Dimensi seakan terhempaskan oleh serangan film animasi 3 Dimensi yang belakangan ini banyak menghiasi bioskop di saat musim liburan anak-anak. Mungkinkan film 2 Dimensi ini akan dilupakan begitu saja karena film 3 Dimensi ini? Nah Disney akan menjawab pertanyaan itu Desember nanti dengan merilis sebuah film animasi berformat 2 Dimensi berjudul The Princess and the Frog.
Diceritakan seorang pangeran bernama Naveen dari Maldonia dikutuk oleh seorang dukun voodoo bernama Dr. Facilier yang membuat wujud sang pangeran berubah menjadi kodok. Karena putus asa, pangeran penggemar music Jazz ini membujuk seorang wanita cantik, Tania untuk menciumnya sehingga kembali menjadi manusia. Namun apa yang terjadi setelah pangeran mencium Tania? Bukannya pangeran yang berubah menjadi manusia tetapi malahan Tania yang berubah wujud menjadi kodok. Kesal? Tentu saja Tania kesal atas perubahan wujudnya, maka berdua mereka berkelana, bertualang di dunia binatang sambil berusaha mencari cara kembali ke wujud semula. Mereka mencari dukun voodoo lain, mama Odie yang dianggap bisa menghapus kutukan ini. Dalam perjalanan mereka pun berteman dengan buaya yang suka maen terompet bernama Louis dan seekor kunang-kunang bernama Ray. Akankah pangeran dan Tania berhasil menemukan mama Odie dan sanggupkah mama Odie mengembalikan wujud mereka seperti semula? Jawabannya ada di akhir film ini.
Cerita tentang Putri dan Pangeran Kodok sudah tidak asing lagi di telinga anak-anak. Di berbagai belahan dunia punya versi berbeda-beda tentang cerita Pangeran Kodok yang mencium sang putri dengan tujuan bisa kembali merubah wujudnya. Di Bali pun ada cerita seperti ini dan dengan cerita yang berbeda di masing-masing daerah. Yang saya tahu kalau di Bali sang Pangeran tidak dikutuk melainkan lahir dari rahim seorang Ibu karena sang ibu tanpa sengaja ketika ngidam memakan kodok yang terdapat di dalam air kelapa muda. Kodok itu pun tertarik akan kecantikan seorang putri kerajaan dan meminta restu sang ibu untuk meminangnya. Tentunya sang ibu tidak setuju dengan alasan seorang kodok buruk rupa tidap pantas meminang seorang putrid raja yang cantik rupawan. Sang kodok pun tetap bersikeras dan tidak memperdulikan perintah ibu untuk mencari sang pujaan hati hingga akhirnya dia berhasil, berubah menjadi manusia dan hidup bahagia. Kira-kira seperti itu cerita versi Balinya.
Melihat trailer film ini, saya jadi ingat masa-masa emas Disney tahun 1990-an dimana hampir setiap tahun Disney merilis film 2 Dimensi dan hampir semuanya menduduki tangga Box Office, sebut saja film Beauty and the Beast yang sempat masuk nominasi Best Picture ajang bergengsi Oscar. Mungkin kalian masih ingat dengan film-film Disney yang saya sebutkan dibawah ini, ada The Little Mermaid (1989) yang menceritakan seorang putri duyung yang ingin mempersunting sang pangeran, Aladin (1992) kisah sang gelandangan dengan lampu ajaib, si monyet Abu yang jatuh cinta kepada putrid kerajaan Jasmine yang membuat Jafar marah, The Lion King (1994) kisah seekor singa muda SIMBA yang kelak menjadi raja menggantikan sang ayah King Mufasa, Pocahontas (1992) kisah gadis Indian berhasil melerai konflik suku Powhattan dengan Inggris, Tarzan (1999) menceritakan seorang pemuda yang hidup bersama monyet dan harus memilih antara hidup dengan manusia atau monyet. Mulan (1998) kisah gadis yang menyamar menjadi laki-laki berperang di medang perang menggantikan sang ayah dan Hercules (1997) menceritakan pahlawan epos Yunani Hercules yang merupakan putra dewa tertinggi Yunani Zeus. Melihat daftar film 2 Dimensi di atas, saya jadi ingin bernostalgis dengan film-film itu. Semoga saja dengan rilisnya film The Princess and The Frog Desember nanti secara serentak di seluruh dunia membuat genre film animasi 2 dimensi ini kembali dinikmati para pencinta film teruatam pencinta film animasi khas Disney.





